Tips Pendakian Gunung Lawu 3265 MDPL

Wisata Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta
September 16, 2017
Bekasi – Jogja via Semarang menggunakan kereta Menoreh
September 17, 2017

Tips Pendakian Gunung Lawu 3265 MDPL

Jalur Pendakian Gunung Lawu 3265 MDPL


Gunung Lawu (3.265 mdpl) terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Status gunung Lawu adalah gunung api “istirahat” dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lereng Gunung Lawu terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan belerang (solfatara). Gunung Lawu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit,

hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous.

Pendakian pada gunung Lawu 3265 MDPL dapat melalui 3 jalur. Jalur selatan yaitu melalui Cemoro Sewu, Jalur Barat melalui Cemoro Kandang, dan Jalur yang terakhir adalah jalur yang jarang sekali di lalui oleh orang pada umumnya hanya warga Ngawi pada khususnya yaitu jalur Srambang.

Pendakian melalui jalur cemorosewu akan melewati 5 pos. Jalur melalui Cemorosewu lebih nge-track. Akan tetapi jika kita lewat jalur ini kita akan sampai puncak lebih cepat daripada lewat jalur Cemorokandang. Pendakian melalui Cemorosewu jalannya cukup tertata dengan baik. Jalannya terbuat dari batu-batuan yang sudah ditata.

Di dekat pintu masuk Cemorosewu terdapat suatu bangunan seperti masjid yang ternyata adalah makam.Untuk mendaki melalui Cemorosewu (bagi pemula) janganlah mendaki di siang hari karena medannya berat untuk pemula, lebih baik mendaki malam hari dengan catatan sudah ada yang tahu jalur.

Gunung Lawu Jalur Cemoro Kandang

Jalur pendakian gunung Lawu yang dimulai dari Desa Cemoro Kandang ini, panjangnya sekitar 12 km. Diseberang gerbang pendakian terdapat warung-warung, juga bisa untuk menambah logistik, air juga harus dipersiapkan disini untuk perjalanan naik.


jalur pendakian gunung lawu

Perjalanan dimulai dengan melewati hutan akasia dan pinus dengan kondisi jalan berbatu kurang lebih 1,5 jam. Setelah itu kita akan menjumpai Pos I, Taman Sari bawah. Kemudian kita melewati jalan tanah dari hutan cemara dan pinus selama sekitar 30 menit untuk menuju Pos II, Taman Sari Atas. Dibutuhkan waktu selama 2,5 jam lagi untuk sampai ke pos III, Penggik (2.760 m dpl).

gunung lawu

Dari pos penggik ini kita menuju ke Pos IV Cokrosuryo dengan melewati hutan, kemudian menyisir bukit, disebelah kiri kita adalah jurang, waktu yang dibutuhkan sekitar 1,5 jam. Jika tidak ingin menginap di Cokrosuryo kita bisa berjalan terus ke Argo Dalem dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Dalam perjalanan ke Argo Dalem kita akan menemui sebuah pos yang rusak di pertigaan yang kekanan ke Argo Dumilah dan yang lurus menuju Argo Dalem.


tips mendaki gunung lawu

Jalur Pendakian Cemoro kandang Dan bagi anda yang ingin mendaki dari Jawa Tengah dan Jogja, bisa menaiki bus dari terminal Tirtonadi Solo, melalui Palur dan Karanganyar, dan bus berakhir berhenti di Tawangmangu (terkenal dengan gerojogan sewu nya) Dari Tawangmangu ganti kendaraan pickup bak tertutup, atau naik L300, untuk menuju ke Cemoro Kandang. Dalam perjalan mata kita selaui manatap hamparan sesawahan kobis, wortel dan kentang, dipinggir pinggir jalanya pun ada beberapa warga yang mencuci hasil panen di saluran air pinggir jalan. Sesampainya di Cemoro kandang biasanya kita terlebih dahulu beristirahat sejenak, minum kopi ataupun hanya sekedar mengobrol saja. Karena di Cemoro Kandang terdapat lebih banya warung dari pada di Cemoro Sewu. Sepanjang jalur dari Cemoro Kandang menuju puncak jalur tidak ngetrek, namun cenderung melingkar dan menyusuri lereng bukit (kalo cemoro sewu melalui punggung bukit) hingga pos 2 bau dari belerang sangat menyengat, tumbuhan dari pos 1 hingga pos 4 adalah tanaman lamtoro gunung, pinus dan pakis, di selingi tanaman perdu gunung. Hingga memasuki Jurang Pangariparip jalan selalu menyusuri lereng, namun jika anada tak ingin berjalan melingkar anda bisa langsung melewati jalan sidatan, ngetrek dan kalo turun hujan jalur ini akan di lewati air bah pegunungan. Sampai pada pos 4 nanti tumbuhan sudahmulai jarang, dan di gantikan rerumputan gunung, Cokro srengenge lebih luas melalui jalur ini, hamparan rumput menghampar hingga nanti bertemu dengan jalur dari Cemoro Sewu, di daerah HargoDalem, Anda akan memasuki daerah pasar Dieng, yaitu hamparan padang edelweis di selinggi bebatuan yang tertata rapi, menurut mitos pasar Dieng adalah pasarnya Setan. Jika melihat ke arah utara yaitu Sisi Pasar Dieng mata kita pasti akan tertuju pada sebuah bukit yang memiliki menara BTS, yaitu bukit Hargo Kahyangan. Melaui sisi sebelah timur bukit Hargo Kahyangan inilah kita bisa melewati jalur pendakian dari sisi Utara (Ngawi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *